SEJARAH PEMBENTUKAN BUMI, JAGAD RAYA DAN
TATA SURYA
A.
Teori
terbentuknya muka bumi
Adapun berbagai teori terbentuknya kulit bumi yang
dikemukakan para ahli antara lain:
1.
Teori
Kontraksi oleh Descrates
Teori ini menyatakan bumi semakin lama semakin susut
dan mengkerut yang disebabkan oleh terjadinya proses pendinginan, sehingga di
bagian permukaannya terbentuk relief berupa gunung, lembah, dan dataran.
2.
Teori
Dua Benua oleh Edward Zuees
Teori ini menyatakan
bahwa awalnya bumi terdiri atas dua benua yang sangat besar, yaitu Laurasia dan
Gondwana yang bergerak kea rah equator, sehingga terpecah-pecah menjadi
benua-benua yang lebih kecil. Laurasia terpecah menjadi Asia, Eropa, dan
Amerika Utara. Gondwana pecah menjadi Afrika, Australia, dan Amerika Selatan.
3.
Teori
Pengapungan Benua oleh Alfred Wegener
4. Teori ini menyatakan bahwa di bumi hanya ada satu benua super besar yaitu Pangea.
Kemudian benua ini terpecah-pecah dan terus bergerak ke arah equator. Teori ini
dapat dibuktikan adanya persamaan yang mencolok antara garis kontur pantai
timur Benua Amerika Utara dan Selatan dengan garis kontur pantai barat Eropa
dan Afrika, serta adanya kesamaan batuan dan fosil pada kedua daerah tersebut.
5.
Teori
Konveksi
Teori ini menyatakan bahwa di alam bumi ini masih
dalam keadaan panas dan berpijar terjadi arus konveksi ke arah lapisan kulit
bumi yang berada di atasnya.
6.
Teori
Lempeng Tektonik
Kulit bumi atau litosfer terdiri atas beberapa lempeng
yang berada di atas lapisan astenosfer. Lempeng ini terdiri dari atas lempeng
benua dan lempeng samudera. Lempeng-lempeng ini bergerak dan mendesak satu sama
lain. Bertemunya antara dua benua lempeng disebut tumbukan (subduction),
sedangkan daerah yang menjadi tempat tumbukan lempeng-lempeng disebut subduction
zone.
B. Lapisan-lapisan Bumi
Apabila bumi yang beradius 6.376 km dibelah maka dapat
terlihat bagian-bagian tubuh bumi sebagai:
1. Litosfer (kulit bumi) yang terdiri dari:
1) Kulit bumi terluar atau kerak bumi (lapisan sial),
tebalnya antara 30-70 km dengan massa jenis 2,7.
2) Selubung bumi dalam (lapisan sima). Tebalnya 1.200 km.
2. Lapisan asthemisphere (mantel). Tebalnya 1.700 km
bersifat lemah dan panas.
3. Barisfer (inti bumi). Terdiri dari dua lapisan yaitu:
1) Inti bumi luar, berupa lapisan encer bersuhu tinggi.
2) Inti bumi dalam, struktur batuannya padat dan sangat
keras dan menjadi pusat konsentrasi unsur besi.
Permukaan bumi terbagi atas lempeng besar dan lempeng
kecil, dengan ketebalan antara 70-100 km. lempeng-lempeng ini senantiasa masih
berkembang, luruh, dan bergerak karena berada di atas lapisan astenosfer yang
cair dan amat panas.
Tujuh di antara lempeng-lempeng di permukaan bumi
dikategorikan sebagai lempeng besar/ utama, yaitu:
1. Lempeng Afrika
2. Lempeng Amerika Utara
3. Lempeng Amerika Selatan
4. Lempeng Pasifik
5. Lempeng Eurasia
6. Lempeng Indo-Australia
7. Lempeng Antartika
Indonesia merupakan daerah yang sering terjadi gempa
karena letaknya tepat pada pertemuan dua deretan pegunungan muda. Juga pertemua
tiga lempeng litosfe, yaitu lempeng Indo-Australia sebelah barat dan selatan,
lempeng Eurasia sebelah utara dan lempeng Samudra Pasifik di sebelah timur
sehingga daratan labil.
Pergerakan lempeng yang berbeda, maka terjadilah tiga
jenis batas pertemuan antara lempeng-lempeng itu, yaitu saling menjauh, saling
bertumbukan dan saling berpapasan. Secara lengkap pergerakan lempeng-lempeng
tektonik sebagai berikut:
1. Divergen
Yaitu gerakan saling menjauh antar lempeng. Zone
berupa jalur tempat berpisahnya lempeng-lempeng tektonik disebut zone divergen.
Fenomena yang terjadi sebagai berikut:
1) Perenggangan lempeng yang disertai pertumbukan kedua tepinya.
2) Pembentukan tanggul dasar samudera (mid oceanic ridge) di sepanjang tempat
perenggangan lempeng.
3) Aktivitas mekanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur
bantal dan hamparan lelehan lava encer.
4) Aktivitas gempa di dasar laut dan sekitarnya.
2. Konvergensi
Yaitu gerakan saling bertumbukan antar lempeng elektronik.
Tumbukan antar lempeng dapat berupa tumbukan antara lempeng dengan benua atau
antara lempeng benua dengan lempeng dasar samudera, zone, atau tempat
terjadinya tumbukan antara lempeng benua dengan benua disebut zone konvergen.
Zone jalur tumbukan antar lempeng benua dengan lempeng dasar samudera, disebut
zone suleduksi atau zone tunjam. Contoh tumbukan antara lempeng benua Amerika
dengan lempeng dasar Samudera Pasifik menghasilkan terbentuknya Pegunungan
Rocky dan Pegunungan Andes. Fenomena yang terjadi sebagai berikut:
1) Terdapat aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ekstrusi.
2) Merupakan daerah hiposentrum gempa dangkal dan dalam.
3) Lempeng dasar samudera menghujam ke bawah lempeng benua.
4) Terbentuknya palung laut di tempat tumbukan itu.
5) Pembengkakan tepi lempeng benua yang merupakan deretan pegunungan.
6) Penghancuran lempeng akibat pergesekan lempeng.
7) Timbunan sedimen campuran atau mélange.
3. Sesar Mendatar (transform)
Yaitu gerakan saling bergesekan (berlawanan arah)
antar lempeng tektonik. Contoh, gesekan antara lempeng Samudera Pasifik dengan
lempeng Amerika Utara yang menghasilkan Sesar San Andreas yang membentang
sepanjang kurang lebih 1.200 km. Zone berupa jalur tempat bergesekan
lempeng-lempeng tektonik disebut zone sesar mendatar (zone transform). Bentukan
alam yang dihasilkan adalah patahan.
C. Pergerakan Bumi
Bumi bergerak mengitari matahari dalam waktu 365 hari 6 jam, 9 menit dan 10
detik, serta menempuh jarak sejauh 958 juta km. Waktu yang
diperlukan bumi untuk sekali mengitari matahari disebut satu tahun bumi.
Bumi juga berputar pada porosnya sama dengan 23 jam, 56 menit dan 6 detik yang
disebut sebagai satu hari bumi.
1. Rotasi bumi
Rotasi bumi adalah perputaran bumi pada sumbunya.
Untuk satu putaran penuh, bumi memerlukan 24 jam. Jadi tiap jam sebuah titik di
bumi bergeser sejauh 15o. Arah rotasi dari barat ke timur atau
berotasi dengan arah negatif.
Akibat rotasi bumi:
1) Peredaran semu harian dari benda-benda langit.
2) Peristiwa siang dan malam serta perbedaan waktu.
3) Pembelokan arah angin pasat.
4) Pembelokan arah arus laut.
5) Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan bumi.
2. Revolusi bumi
Bumi beredar mengitari matahari pada suatu bidang
orbit yang disebut ekliptika. Orbitnya hamper seperti lingkaran (360o)
dengan periode 365 hari, 6 jam, 9 menit dan 10 detik, ini disebut satu tahun
sidetik, yaitu periode yang dihitung saat bumi bergerak mulai dari titik yang
lurus dengan sebuah bintang dan berakhir tepat pada titik itu lagi. Sudut yang
dibentuk oleh ekliptika dengan bidang orbit planet disebut sudut inklinasi.
Akibat revolusi bumi:
1) Gerak semu matahari tahunan
2) Perubahan lamanya waktu siang dan malam
3) Pergantian musim
4) Perubahan paralaks suatu bintang
5) Gerak semu bintang tetap di bola langit
D. Tata surya
Tata surya atau solar system merupakan susunan dimana matahari sebagai
pusat peredaran dengan planet-planet, bulan, komet, dan meteor-meteor sebagai
anggotanya.
1. Teori Terjadinya Tata Surya
1) Teori Kabut Kant-Laplace
Tata surya terbentuk dari gas yang berkumpul menjadi
kabut (nebula). Gaya tarik menarik antar gas hingga membentuk kumpulan kabut
yang sangat besar ini berputar semakin cepat, sehingga materi kabut bagian
katulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena pendinginan). Fragmen yang
terlempar kemudian menjadi planet-planet dalam tata surya. Bagian inti kabut
tetap berbentuk gas pijar yang disebut matahari.
2) Teori Planetesimal (Chamberlin dan Moulton)
Planetesimal merupakan benda padat kecil mengelilingi
suatu inti yang bersifat gas. Sebuah bintang besar melintas mendekati matahari
dengan cepat, sehingga terjadi daya tarik yang besar dari bintang menyebabkan
pasang di bagian gas panas matahari karena daya tarik matahari yang besar,
massa gas dan bergerak mengelilingi matahari.
3) Teori Pasang Surut
(Jeans dan Jeffreys)
Terbentuknya tata surya disebabkan oleh tenaga dari
luar, yaitu karena adanya bintang atau matahari lain yang jalannya terlalu
dekat dengan matahari kita, sehingga massa matahari kita mengalami guncangan
dari keseimbangan semula. Sebagian dari bahannya terlempar dan setelah
mengalami proses pendinginan menjadi planet-planet.
4) Teori Bintang Kembar (Twin Star)
Dikemukakan oleh R.A Lyttleton: matahari berasal dari
suatu bintang kembar dimana kedua bintang itu mengelilingi suatu pusat
gravitasi. Sebuah bintang mendekati salah satu matahari ini.
5) Teori Proto Planet (Awan Debu)
Oleh Gerald P.Kuiper: tata surya terbentuk dari
gumpalan gas dan debu. Salah satu gumpalan awan tersebut mengalami pemampatan.
Pada proses pemampatan tersebut partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat
awan, membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin. Gumpalan gas tersebut
membentuk cakram. Partikel-partikel di bagian tengah cakram saling menekan,
sehingga menimbulkan panas dan pijar yang disebut matahari.
Perbedaan Teori Kabut
Kant-Laplace
|
Naulton-Chamberlin
|
Jeans-Jeffreys
|
1. Bentuknya bola
|
1. Bentuknya spiral
|
1. Bentuknya cerutu
|
2. Suhu panas
|
2. Suhu dingin
|
2. Suhu panas
|
3. Terdiri dari gas
|
3. Terdiri dari benda padat
|
3. Terdiri dari gas
|
2. Benda-benda Langit
Ilmu yang mempelajari tentang benda-benda langit adalah astronomi. Benda
langit terdiri atas semua yang berada di langit merupakan anggota dalam sistem
tata surya. Berikut ini uraian mengenai benda-benda langit, yaitu:
1) Matahari
Matahari terbentuk dari awan gas hydrogen dan debu
yang memuai menjadi sebuah bola gas raksasa yang sangat pijar. Matahari
merupakan sebuah bintang dan sebagai pusat dari sistem tata surya. Suhu pada
intinya 25 jutaoC, sedangkan pada permukaan sekitar 6.000oC.
Bagian-bagian matahari sebagai berikut:
a. Inti
Terjadi reaksi temonuklir mengubah hydrogen menjadi
helium.
b. Fotosfer
Berbentuk
seperti piringan emas. Pada bagian ini terdapat:
a) Sunspot (bintik matahari): daerah gelap di lapisan
fotosfer.
b) Fakula: daerah sekitar bintik matahari yang tampak di
lapisan fotosfer
c) Granula: kenampakan gelombang-gelombang kecil konveksi
di lapisan fotosfer.
c. Kromosfer
Adalah pancaran cahaya yang mengelilingi fotosfer.
d. Korona
Adalah lapisan yang paling luar dan mengelilingi
kromosfer.
e. Prominens (Prominences)
Adalah ledakan-ledakan yang tampak pada sisi matahari.
f. Flare
Adalah bagian dari matahari yang mempunyai cahaya yang
sangat terang.
2) Planet
Planet tidak memiliki cahaya tetapi memantulkan sinar
atau cahaya matahari.
Ciri-ciri planet:
a. Planet tidak mempunyai cahaya sendiri.
b. Planet tak berkelap-kelip.
c. Lintasan planet merupakan bidang berbentuk elips.
d. Planet beredar mengelilingi matahari dengan arah yang
sama.
Planet dalam tata surya kita dapat diklasifikasikan
dalam beberapa kategori diantaranya :
a. Berdasarkan kedudukannya terhadap bumi
a) Planet inferior: planet-planet yang terletak diantara
orbit bumi dan matahari. Contoh: Merkurius dan Venus
b) Planet superior: planet-planet yang terletak di luar
orbit bumi. Contoh: Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.
b. Berdasarkan jarak ke matahari:
a)
Planet dalam (inner planet):
planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih pendek dari jarak
rata-rata bumi matahari. Contoh: Merkurius dan Venus.
b)
Planet luar (outer planet):
planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih panjang dibandingkan
dengan jarak rata-rata bumi-matahari.
Contoh: Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
c. Berdasarkan ukuran:
1) Planet Jovian/ besar, contoh: Yupiter, Saturnus,
Uranus,Neptunus
2) .
3) Planet Terestrial/ kebumian/ kecil, contoh: Merkurius,
Venus, Mars.
Beberapa karakteristik peta di dalam tata surya kita
diantaranya adalah :
a. Merkurius
Merkurius termasuk planet dalam, jarak dengan matahari
paling dekat, yaitu sekitar 58 juta km, dengan diameter pada equatornya 4.878
km. Suhu di permukaan pada siang hari 350oC dan pada malam hari -170oC.
Tidak memiliki atmosfer, suhu panas, permukaannya
kasar dan berkawah. Planet ini tidak mempunyai bulan atau satelit maupun
cincin/ ring.
b. Venus
Venus sering disebut bintang kejora atau sahara, jarak
dengan matahari 108 juta km, dengan garis tengah equatornya 12.104 km suhu
permukaannya sangat panas 480oC. mempunyai atmosfer yang mengandung
CO2, tidak mempunyai satelit dan cincin.
c. Bumi
Bumi adalah planet tempat manusia hidup. Sebagian
besar permukaan bumi diselimuti air sehingga planet ini dikenal sebagai planet
biru. Jarak bumi matahari 150.000.000 km. revolusi bumi 365 hari 6 jam 9 menit
10 detik, yang disebut “satu tahun sidetik”. Rotasi bumi 24 jam. Mempunyai
satelit.
d. Mars
Planet mars disebut planet Anggur. Jaraknya dengan
matahari 228 juta km, diameter 6.795 km. dilihat dari Bumi Mars tampak merah.
Periode revolusi 687 km, rotasi 24 jam 37 menit. Mempunyai atmosfer yang
mengandung CO2, planet Mars mempunyai 2 satelit yaitu Phobos dan Deimos.
e. Jupiter
Jupiter merupakan planet terbesar dengan massa 318
kali massa bumi. Rotasi planet adalah 9,8 jam, sedangkan periode revolusi 11,86
th. Atmosfer di Jupiter mengandung gas hydrogen, helium, metana, ammonia. Suhu
dipermukaan -140oC hingga 21 oC. planet Yupiter mempunyai
14 satelit diantaranya Co, Europa, Canyamede, dan Calisto.
f. Saturnus
Saturnus adalah planet yang memiliki cincin atau ring.
Cincin Saturnus tipis sekali, ketebalannya 10m-100m yang tersusun atas
butir-butir es yang sangat halus.
Saturnus mempunyai kecepatan yang rendah karena
sebagian besar zat penyusunnya adalah gas dan cairan. Masa revolusi Saturnus 30
tahun bumi. Rotasi planet sekitar 10,20 jam dan memiliki 10 satelit yang
mengorbit di luar cincinnya.
g. Uranus
Planet ini ditemukan oleh Willian Hechell (1781).
Jarak Uranus-matahari 2.887 km. Revolusi Uranus 84,01 tahun dengan rotasi
selama 16 jam 10 menit. Suhu dipermukaan Uranus adalah -210oC.
Atmosfer Uranus tersusun atas metana, hydrogen, dan helium. Uranus memliki 5
satelit, yaitu Oberon, Titania, Umbriel, Ariel, dan Miranda dan mempunyai 9
cincin.
h. Neptunus
Planet ini ditemukan oleh Leverrier (1846). Neptunus
bergaris tengah 48.500, jika dilihat melalui teleskop memantulkan warna hijau
kebiruan. Planet Neptunus berotasi selama 18 jam 26 menit, dengan revolusi
164,8 tahun. Jarak Neptunus-matahari 4.509 juta km. Suhu dipermukaan sebesar
-220oC. Lapisan atmosfernya terdiri atas gas hydrogen, helium, dan metana,
memiliki 2 anak satelit yaitu Triton dan Nerreid.
i. Asteroid
Asteroid berada diantara planet Mars dan Yupiter
sering juga disebut planet minor.
j. Komet
Komet seluruhnya terbentuk dari gas (karbondioksida,
metana, dan air) dan debu yang membeku. Komet bergerak pada orbitnya kadang-kadang
mendekati matahari maupun mendekat planet-planet dan orbitnya berbentuk elips
yang sangat panjang. Arus debu dan gas yang dihasilkan membentuk suatu atmosfer
yang besar tetapi sangat tipis di sekeliling komet yang disebut Coma. Contoh:
Komet Halley muncul 76 tahun sekali, Komet West, Komet Eneke muncul 3 tahun
sekali.
k. Meteorid (shooting star)
Meteorid merupakan benda-benda langit yang bergerak
memasuki atmosfer karena gaya tarik bumi. Meteorid yang memasuki atmosfer bumi
disebut meteor.
E. Jagat Raya
Jagat raya adalah sebuah ruang tempat segenap benda langit berada, termasuk
bumi tempat manusia hidup. Pandangan manusia mengenai jagat raya adalah sebagai
berikut :
1. Pandangan Antroposentris menyatakan bahwa manusia sebagai pusat segalanya dialam semesta ini.
2. Pandangan Geosentris menyatakan bahwa bumi
sebagai pusat jagat raya.
3. Pandangan Heliosentris menyatakan bahwa pusat jagat raya adalah matahari.
4. Pandangan Galaktosentris menyatakan bahwa pusat alam semesta adalah galaksi
Secara umum sifat Jagat Raya (alam
semesta) adalah :
1. Tak terbatas
2. Memuai
3. Berdimensi 4
4. Luas berdiameter 4 milyar
Tentang terbentuknya jagad raya ada beberapa teori yang mendasari
diantaranya yaitu :
1. Teori Ledakan Besar ( Big Bang ), teori ini menyatakan bahwa alam semesta berasal
dari keadaan panas dan padat yang mengalami ledakan dahsyat dan kemudian mengembang
dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan.
2. Teori Jagat Raya Mengembang, teori ini menyatakan
bahwa galaksi-galaksi bergerak saling menjauhi.
3. Teori Keadaan Tetap ( Teori Steady State ), teori ini
menyatakan bahwa Alam Semesta tidak ada awalnya dan tidak akan berakhir. Alam
semesta selalu terlihat tetap seperti sekarang.
Jarak jagad
Satuan Jarak di Jagat Raya raya kita adalah tak terbatas akan tetapi ada
beberapa satuan untuk menentukan jarak misalnya antara satu galaksi dengan
galaksi yang terdekat. Satuan tersebut diantaranya adalah :
Untuk menentukan jarak benda-benda langit di jagat raya menggunakan satuan
sebagai berikut :
a.
Satuan Astronomi ( SA ),
adalah satuan jarak rata-rata bumi ke matahari ( ± 150.000.000 km )
b.
Tahun Cahaya, adalah jarak
yang ditempuh cahaya selama satu tahun. ( 3.406 x 1015 km )
c.
Paralalks Second (
Parsec = Pc ), satu satuan paralales second adalah ukuran untuk jarak yang
lebih besar di jagat raya
F.
Galaksi
Galaksi adalah sistim perbintangan yang maha luas yang didalamnya terdapat
jutaan bahkan miliyaran bintang, serta benda-benda langit lainnya yang beredar
mengelilinya pusat secara teratur.
- Teori terbentuknya Galaksi
1) Teori Top-Down, menurut teori ini galaksi terbentuk dari awan gas
yang besar dan padat kemudian pecah-pecah, pecahnya tersebut berubah menjadi
galaksi melalui proses kontraksi awan gas. Kontraksi awan gas terjadi karena
adanya pengaruh gravitasi akhirnya menghasilakan bintang-bintang.
2) Teori Botton-Up, menurut teori ini galaksi terbentuk dari bagian-bagian
kecil menjadi besar karena gaya gravitasi, daerah-daerah ini bersatu dan
berbentuk susunan yang lebih besar dan akhirnya membentuk galaksi.
- Ciri-ciri Galaksi
Galaksi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1) Semua galaksi memiliki inti dari sistim galaksi
2) Sebuah sistim yang terdapat pada galaksi melakukan
rotasi
3) Galaksi memiliki bentuk tertentu
4) Jarak antara galaksi yang satu dengan yang lainnya
jutaan tahun cahaya.
5) Galaksi-galaksi hanya terlihat diluar jalur galaksi
bimasakti.
- Macam-macam Galaksi
Dari jutaan galaksi yang terdapat di jagat raya hanya ada dua galaksi
yang dapat dilihat dengan mata telanjang, yaitu galaksi Bima sakti dan Magellan
. Galaksi lainnya dapat diamati dengan menggunakan teleskop.
Galaksi-galaksi tersebut antara lain :
1) Galaksi Bimasakti (Milky Way)
a) Bentuk spiral
b) Tampak seperti kepingan cakram dengan poros sebagai
inti sistim
c) Garis tengahnya 100.000 tahun cahaya
d) Matahari sebagai salah satu bintang yang terdapat
dalam Galaksi Bima sakti
e) Bima sakti menunjukkan gerak rotasi pada intinya.
2) Galaksi Magellan, galaksi ini terletak di bawah rasi Doroda dan Tuean
yang kelihatan seperti kabut.
3) Galaksi Andromeda (M.31)
a) Pusat galaksi tidak terurai menjadi bintang-bintang
yang terpisah.
b) Gugus buktinya empat kali lebih redup dari pada gugus
bulat Bima sakti.
c) Inti pusatgalaksi sangat terang dan berwarna putih
d) Galaksi ini mempunyai tujuh buah lengan
e) Berbentuk spiral
4) Galaksi Roda Biru (M.33)
a) Berbentuk spiral
b) Berputar seperti gasing daerah trianggulun
c) Galaksi Ursa Mayor
d) Galaksi Jauh
- Bentuk-bentuk Galaksi
Menurut Edwin Hubble (1925) mengklasifikasikan galaksi berdasarkan bentuknya
yaitu :
a) Bentuk spiral (S), contoh : galaksi Bima sakti,
Galaksi Andro Meda
b) Bentuk Elips (E): M 87,
c) Bentuk tak beraturan
- Anggota-anggota dalam suatu galaksi
1) Bintang , bintang merupakan benda langit yang mempunyai cahaya sendiri
akibat reaksi inti di dalamnya.
2) Spektrum Bintang , spektrum bintang terbentuk oleh perbedaan temperature
bintang dengan symbol-simbol O,B,A,F,G,K dan M
3) Rasi Bintang, kelompok bintang ini dinamakan konstelasi bintang atau rasi
bintang. Ada 88 buah rasi bintang, 56 buah terdapat dibelahan langit selatan
dan 32 buah bintang terdapat di belahan langit utara.
Rasi-rasi
bintang penting
a) Rasi Ursa Mayor (Rasi Biduk/rasi Beruang Besar),
digunakan sejak dulu untuk menetukan arah utara. Terdapat di belahan langit
utara.
b) Rasi Ursa Minor (Rasi Beruang Kecil), terdapat di
belahan langit utara
c) Rasi Crux (Rasi Gubug Penceng/Rasi Pari), terdapat di
belahan langit selatan. Digunakan untuk menentukan arah selatan.
d) Rasi Drion (Lintang Waluku/Bintang Belaktik),
digunakan untuk menetukan equator langit.
4) Nebula, adalah awan-awan dan debu. Nebula ada yang terang dan ada yang
gelap. Nebula terbesar adalah awan-awan molekul raksasa.
5) Planet, adalah benda angkasa tidak memiliki cahaya sendiri.
6) Satelit, adalah benda gelap yang menjadi anak planet.
7)
Asteroid, merupakan gugusan
benda-benda angkasa gelap yang mempunyai ukuran relative kecil yang membentuk
satu sistim rotasi dan revolusi dengan memiliki keterkaitan satu dengan yang
lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar